PROPOSAL
PERMOHONAN
BANTUAN
“PEMBUATAN
LAPANGAN BULUTANGKIS”
DESA
MEKARSARI
KECAMATAN
TANJUNG RAYA
KABUPATEN
MESUJI
TAHUN 2017
KARANG TARUNA JAYA MANDIRI
DESA
MEKARSARI KECAMATAN TANJUNG RAYA
KABUPATEN MESUJI
Jl.Cempedak No : 03
Desa Mekar Sari Kec.Tanjung Raya Pos : 34699
Mekarsari, 7 Mei 2017
Nomor :
114/ /MS-TR/V/2017
Lamp. :
1 (satu) berkas
Perihal :
Permohonan Bantuan Dana
KepadaYth.
Di-
Tempat.
Assalamu’alaikumWr.Wb.
Dalam
rangka pengembangan aktifitas Pemuda Karang Taruna “JAYA MANDIRI“di dalam berbagai
bidang kegiatan, khususnya didalam Olahraga, maka dengan ini kami dari pengurus
Karang Taruna “JAYA MANDIRI“ Desa Mekarsari memohon kepada Bapak Dedi mulyadi
selaku Anggota Dewan terpilih sebagaimana perihal tersebut di atas, untuk dapat
membantu kami dalam hal Pengembangan Olahraga di Desa Mekarsari.Adapun
total biaya yang kami perlukan untuk pengembangan tersebut diatas
adalah sebesar Rp. 2.335.000 (Dua juta tiga ratus tiga puluh lima ribu rupiah).Rincian
secara menyeluruh untuk pengembangan tersebut sebagaimana tertuang di dalamRencana
Anggaran Biaya (RAB) sebagaimana tertuang didalam proposal kami.Demikian
Permohonan ini kami buat dan kami sampaikan, atas terkabulnya kami
ucapkanterimaKasih.
Wassalamu’alaikumWr.Wb.
|
Kepala Desa Mekarsari
SUNARDI
|
Mengetahui :
|
Ketua
Karang Taruna JAYA MANDIRI
RONI WAHYUDI
|
I.
PENDAHULUAN
Pembangunan yang salah satunya dibidang olah raga merupakan suatu proses yang
terus menerus dan berkelanjutan yang menghasilkan suatu yang bermanfaat atau
suatu perubahan yang terpadu, proses tersebut akan berdampak bagi lingkungan
sekitarnya seperti peningkatan prestasi dibidang olahraga. Pembangunan dibidang
olah raga adalah seluruh proses kegiatan pembangunan yang dilaksanakan di Desa
dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan nasional yang
mencakup seluruh aspek, pembangunan ini dilaksanakan secara terpadu dengan
mengembangkan swadaya gotong royong masyarakat khususnya rekan-rekan generasi
muda Desa Mekarsari Sejalan dengan pertumbuhan dan perkembangan pembangunan
yang meliputi berbagai sektor, salah satunya dibidang olah raga. Sedangkan
fasilitas olah raga tersebut terasa sangat kurang, khususnya fasilitas bagi
Team Bulutangkis Karang Taruna. Dan juga untuk pembuatan lapang Bulutangkis bagi
ukuran masyarakat pedesaan dirasakan sangat mahal namun segi manfaatnya dapat
langsung dirasakan bagi efektifitas kegiatan yang positif khususnya bagi
generasi muda dan bisa menghasilkan suatu prestasi. Untuk itu ditahun 2015 ini
rekan-rekan generasi muda Desa Mekarsari berencana untuk melaksanakan pembuatan
lapang Bulutangkis. Demi lancar dan suksesnya kegiatan tersebut dengan ini kami
mengajukan proposal dengan maksud mohon dukungan, dorongan dan bantuan baik
materil maupun moril.
II. LATAR BELAKANG KEGIATAN
Karang Taruna adalah sarana dimana para pemuda
berkumpul untuk membahas kemajuan lingkungan Desanya dan belajar menjadi
manusia yang mempunyai prinsif dan bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada
lingkungannya. Hal–hal demikianlah yang diinginkan dan
dicita–citakan oleh Bangsa dan Negara menjadi manusia yang tangguh
dan siap menghadapi era globalisasi dan bukan menjadi budak kemajuan zaman dan
dengan berorganisasi pulalah para pemuda siap menjadi generasi penerus Bangsa.
Pembangunan sarana dan prasarana umum diantaranya pembuatan lapang Bulutangkis
pada hakekatnya merupakan tanggung jawab bersama antara Pemerintah dan
masyarakat. Keberhasilan pembuatan lapang tersebut akan ditentukan oleh
berbagai hal, diantaranya keterpaduan program pembangunan, dukungan dari
Pemerintah serta peran serta masyarakat dalam mensukseskan pembangunan. Oleh
karena itu untuk mendukung terciptanya keterpaduan pembangunan dan pelestarian
pembangunan yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah dan masyarakat Desa Mekarsari
Memberikan kepercayaan kepada masyarakat untuk melaksanakan berbagai kegiatan
pembangunan, yang salah satunya pembangunan di bidang Olah Raga yang sumber
dananya terdiri dari bantuan Pemerintah Desa dan Swadaya rekan-rekan generasi
muda.
III. DASAR PEMIKIRAN
Lapang Bulutangkis merupakan sarana yang vital untuk kegiatan kemasyarakatan
khususnya dibidang Olah Raga yang dapat menunjang kegiatan yang positif dan
menghasilkan bibit olahragawan baik tingkat Desa, Kecamatan ataupun
tingkat kabupaten bahkanbisa mencapai olahragawan tingkat
Nasional, keberadaan lapang Bulutangkis bagi masyarakat sangatlah
dibutuhkan apalagi di Desa Mekarsari sehubungan dengan banyaknya anak-anak muda
yang berpotensi pada bidang olah raga Bulutangkis. Begitu juga dengan keadaan
masyarakat Desa Mekarsari sangat berantusias dalam bidang Badminton.
IV.
MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud
dari pembuatan lapangan Bulutangkis yaitu:
·
Untuk memberikan gambaran tentang
kesiapan masyarakat khususnya generasi muda di Desa Mekarsari dalam rangka
pelaksanaan kegiatan
·
Terciptanya kesatuan dan persatuan
Generasi Muda melalui pembuatan Lapangan bulutangkis
·
Mencari bibit olah ragawan yang selama ini
belum tersalurkan dan belumterpantau.
Tujuan
dari pembuatan lapangan Bulutangkis yaitu :
·
Menyaring
atli-atlit yang potensial untuk dibina pada cabang olahraga bulu tangkis
·
Mempererat Tali Silahturahmi antara Warga
·
Memupuk rasa sportifitas yang tinggi untuk
pembinaan mental atlit.
·
Pembangunan yang berkesinambungan yang
sesuai dengan dinamika perkembangan Bangsa
· Tersedianya sarana tempat berolah raga
masyarakat yang memadai khususnya lapangan Bulutangkis.
V.
PERMASALAHAN YANG DIHADAPI
1. Terbatasnya
anggaran Dana
2. Swadaya
masyarakat yang kurang memadai
VI. RENCANA
PENGGUNAAN DANA
|
No.
|
Nama
Item
|
Unit
|
Harga
Satuan
|
Jumlah
Unit
|
|
1.
|
Pasir
|
1
rit
|
Rp. 1000.000
|
Rp. 1000.000
|
|
2.
|
Semen
|
15
sak
|
Rp. 63.000
|
Rp. 945.000
|
|
3.
|
Lampu
|
4
Unit
|
Rp. 60.000
|
Rp. 240.000
|
|
4.
|
Net
|
1
Unit
|
Rp. 150.000
|
Rp. 150.000
|
|
J
U M L A H
|
Rp. 2.335.000
|
|||
Terbilang
: ( Dua juta tiga ratus tiga puluh lima
ribu rupiah )
VII.
SUSUNAN PENGURUS
Susunan Pengurus
KETUA : Roni wahyudi
SEKRETARIS : Rudi
BENDAHARA : Sugito
ANGGOTA :
1.
Amat
2.
Mahmud
3.
Agus
4.
Ardi
5.
Slamet
VIII. METODE/CARA
PELAKSANAAN KEGIATAN
Metode palaksanaan pembuatan lapangan Bulutangkis akan dikerjakan dengan gotong
royong masyarakat ditambah dengan tenaga ahli yang berpengalaman sehingga akan
menghasilkan sarana olah raga (lapangan Bulutangkis) yang benar-benar
berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat.
X. PENUTUP
Demikian proposal ini kami buat sebagai bahan pertimbangan Bapak, kami mohon
kiranya untuk berkenan memberikan bantuan sehingga apa yang selama ini kami
harapkan dapat sebagai mana yang direncanakan.
Hormat
kami,
Karang
Taruna ‘‘JAYA MANDIRI”
Ketua Karang Taruna Sekretaris
RONI WAHYUDI RUDI
PROPOSAL PERMOHONAN BANTUAN PEMBUATAN LAPANGAN BULUTANGKIS
Posted by RONY AGRICULTURE on Monday, 23 October 2017
kali ini admin Rony agriculture akan memberikan contoh laporan ppraktik kerja lapangan ( parenkrin) tentang komputer mungkin ini bisa menjadi referensi kalian dalam mengerjakan laporan
Admin
09:23
New Google SEO
Bandung, Indonesia
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang PRAKTIK KERJA INDUSTRI
(PRAKERIN)
Era globalisasi dan informasi akan berdampak serius. Di satu sisi akan membawa iklim yang
semakin terbuka untuk berkerja sama. Saling mengisi dan melengkapi demi kepentingan bersama
oleh pihak-pihak yang berkerja sama, di sisi lain era ini pun sekaligus akan melahirkan situasi persaingan yang semakin ketat dan tajam. Indonesia sebagai Negara yang berkembang sangat memelukan tenaga kerja yang berkemampuan profesional dan handal. untuk melengkapi perkembangan ekonomi global dan pasar bebas pada masa –masa mendatang.
Untuk menghadapi hal tersebut maka
dunia pendidikan seperti
Sekolah Menengah Kejuruan harus mengantisipasi dari berbagai kemungkinan.Hal
ini di lakukan karna selama ini pelajar praktik kejuruan yang di laksanakan di
sekolah masih terdapat banyak teori
yang harus di ejawentahkan sehingga belum banyak memberikan keahlian yang
profesional terhadap perserta didik,
Dengan mengikuti
kebijakan pemerintah dalam
bidang pendidikan, dan mempelajari
situasi di Indonesia sekarang ini serta prinsip penguasaan keahlian profesi.
Maka perlu di terapkan dalam bentuk
praktik kerja industri khususnya untuk Sekolah Menengah Kejuruan
(SMK)
1.2 Tujuan Penyusunan Laporan
a.Sebagai bukti
bahwa penulis telah melaksanakan praktik kerja industri (PRAKERIN) di Dokter
Komputer Kota Metro
b.Melatih siswa supaya mengetahui tata cara penyusunan laporan
c.Untuk
latihan beraktivitas dalam penulisan karya ilmiah.
1.3 Ruang Lingkup Laporan
Penyusunan laporan kegiatan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) atau pengalaman kerja lapangan
program study tehnik antara lain:
a.Pengalaman tugas-tugas dan bobot kerja teknik.
b.Pengalaman hubungan tugas-tugas dan
fungsi-fungsi bagian yang terlibat. Untuk ruang lingkup Praktek Kerja Industri atau pengalaman kerja
lapangan program keahlian Tehnik Komputer dan Jaringan siswa dengan bimbingan
dapat mengerjakan tugas sbb:
• Merakit
Komputer PC
• Menginstal OS( windows xp 7 8 10)
• Menginstal DRIVER
• Menginstal Program Alikasi
•
Membuat System Jaringan Lokal
Khususnya bagi siswa PRAKERIN bila diberi tantangan yang menyangkut tugas di atas dan
berhasil akan mendapatkan pelajaran atau pengalaman tersendiri bagi siswa
tersebut yang akan diwujudkan dalam bentuk Laporan dan penulis membatasi ruang
lingkup penyususnan Laporan mengenai Perakitan Komputer PC.
1.4 Metode Penyusunan Laporan
Selama
penulis melaksanakan Praktik Kerja Industri (PRAKERIN)
Penulis
mengumpulkan data dari hasil Praktik Kerja industri dari tanggal 09 Januari
sampai dengan 02 April 2017.Untuk mencapai tujuan yang di harapkan dalam
penyusunan laporan serta teknik pengumpulan data yang baik,sehingga data yang
diperoleh dapat dibuktikan kebenarannya.Dalam penyusunan laporan ini penulis
menggunakan beberapa metode, di antaranya:
a.Pengamatan (Observasi)
Observasi adalah mengumpulkan data-data dengan
cara mengamati secara langsung terhadap sumber yang dibutuhkan dan mempraktikan
selama melaksanakan Praktik Kerja Industri (PRAKERIN) seperti menekan tombol
any key pada saat proses booting.
b. Wawancara (Interview)
Interview
adalah mengadakan wawancara secara langsung mengenai segala sesuatu
berhubungan dengan laporan Praktik Kerja Industri(PRAKERIN) baik dengan
instruktur untuk mendapatkan data-data yang diperlukan.Penulis bertanya kepada
pihak-pihak yang menjadi narasumber tentang
data dan keterangan yang dibutuhkan dalam penyusunan laporan.
c. Study Pustaka
Dalam metode ini penulis menggunakan sumber-sumber
dengan cara membandingkan sekripsi milik kakak WAHYUDI RONI dan membandingkan
dengan laporan milik kakak kelas DIMAS SETIA PUTRA.
BAB
II
PELAKSANAAN
2.1 Tempat Pelaksanaan
Pendidikan
Praktik kerja industri (Prakerin) dilaksanakan di Dokter Komputer Kota Metro.
JL Imam Bonjol Nomor 24. Hady Mulyo Barat, Kec. Metro Pusat Kota Madya metro.
Provinsi Lampung
2.2 Waktu Pelaksanaan
Praktik
kerja industri (Prakerin) dilaksanakan mulai tanggal 9 januari sampai dengan 2
april 2017.
kalian mau yang versi full nya yuk langsung saja disini saya akan berikan laporan PKL Parenkrin Tentang komputer
DOWNLOAD
Contoh Laporan PKL ( Parenkrin ) Tentang Komputer
Posted by RONY AGRICULTURE on Tuesday, 13 June 2017
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Setiap manusia ingin hidup sehat dan sejahtera, manusia akan memiliki produktifitas yang tinggi untuk mencapai tujuan hidupnya. Untuk mendapatkan kehidupan yang demikian manusia membutuhkan makanan yang bergizi baik.
Makanan bergizi dapat diperoleh dari berbagai sumber, salah satunya adalah ikan lele. Permintaan konsumen terhadap ikan lele semakin meningkat di berbagai daerah. Budidaya ikan konsumsi ini sangat potensial dan prospek pengembangannya sangat bermanfaat untuk meningkatkan protein yang dibutuhkan masyarakat.
Dalam usaha budidaya ikan lele, perlu dilakukan secara intensif dan profesional baik mulai dari pemilihan bibit, pembesaran dan sampai ikan siap dipasarkan. Dimana ketiga hal ini merupakan mata rantai yang saling berhubungan, namun bisa berdiri sendiri apabila diusahakan.
Kami sebagai pembudidaya sangat berharap adanya bantuan dana penguatan modal dalam usaha ini. Desa, masyarakat dan pihak-pihak yang berkompeten diharapkan memberi bantuan kepada kami sehingga dapat mengembangkan segala aspek menyangkut tujuan dari pembudidayaan ikan lele tersebut.
Setiap manusia ingin hidup sehat dan sejahtera, manusia akan memiliki produktifitas yang tinggi untuk mencapai tujuan hidupnya. Untuk mendapatkan kehidupan yang demikian manusia membutuhkan makanan yang bergizi baik.
Makanan bergizi dapat diperoleh dari berbagai sumber, salah satunya adalah ikan lele. Permintaan konsumen terhadap ikan lele semakin meningkat di berbagai daerah. Budidaya ikan konsumsi ini sangat potensial dan prospek pengembangannya sangat bermanfaat untuk meningkatkan protein yang dibutuhkan masyarakat.
Dalam usaha budidaya ikan lele, perlu dilakukan secara intensif dan profesional baik mulai dari pemilihan bibit, pembesaran dan sampai ikan siap dipasarkan. Dimana ketiga hal ini merupakan mata rantai yang saling berhubungan, namun bisa berdiri sendiri apabila diusahakan.
Kami sebagai pembudidaya sangat berharap adanya bantuan dana penguatan modal dalam usaha ini. Desa, masyarakat dan pihak-pihak yang berkompeten diharapkan memberi bantuan kepada kami sehingga dapat mengembangkan segala aspek menyangkut tujuan dari pembudidayaan ikan lele tersebut.
1.2 Tujuan
Secara sederhana maksud dan tujuan dari pengajuan proposal ini adalah untuk menjadi bahan pertimbangan dalam pengajuan dana pengembangan usaha. Sangat disayangkan jika peluang usaha yang ada tidak dioptimalkan karena kurangnya modal.
Keinginan kami untuk mengembangankan usaha budidaya lele sangatlah besar. Kami berusaha menjadi pengusaha yang tumbuh sehat, tangguh dan mandiri jika permodalan ini ada atau diberikan.
Secara sederhana maksud dan tujuan dari pengajuan proposal ini adalah untuk menjadi bahan pertimbangan dalam pengajuan dana pengembangan usaha. Sangat disayangkan jika peluang usaha yang ada tidak dioptimalkan karena kurangnya modal.
Keinginan kami untuk mengembangankan usaha budidaya lele sangatlah besar. Kami berusaha menjadi pengusaha yang tumbuh sehat, tangguh dan mandiri jika permodalan ini ada atau diberikan.
Ikan lele juga dapat diramu dengan berbagai bahan obat lain untuk mengobati penyakit asma, menstruasi (datang bulan) tidak teratur, hidung berdarah, kencing darah dan lain-lain.
1.3 Prospek
Budidaya ikan lele mempunyai prospek yang cukup baik. Permintaan konsumen akan keberadaan ikan lele semakin meningkat. Di Kabupaten Badung-Bali misalnya, produksinya telah mencapai 22,1 ton pertahun, tetapi sebagian permintaannya masih belum bisa terpenuhi. Jabotabek meminta tak kurang 100 ton lele perhari. Sementara Yogyakarta menghasilkan 7,902 ton, sedangkan yang dibutuhkan perhari adalah antara 12-16 ton.
BAB II
ACUAN TEKNIS USAHA
2.1 Persyaratan Lokasi
1. Tanah yang baik untuk kolam pemeliharaan adalah jenis tanah liat/lempung, tidak berporos, berlumpur dan subur. Lahan yang dapat digunakan untuk budidaya lele dapat berupa: sawah, kecomberan, kolam pekarangan, kolamkebun, dan blumbang.
2. Ikan lele hidup dengan baik di daerah dataran rendah sampai daerah yang tingginya maksimal 700 m dpl.
3. Elevasi tanah dari permukaan sumber air dan kolam adalah 5-10%.
4. Lokasi untuk pembuatan kolam harus berhubungan langsung atau dekat dengan sumber air dan tidak dekat dengan jalan raya.
5. Lokasi untuk pembuatan kolam hendaknya di tempat yang teduh, tetapi tidak berada di bawah pohon yang daunnya mudah rontok.
6. Ikan lele dapat hidup pada suhu 200 C, dengan suhu optimal antara 25-280 C. Sedangkan untuk pertumbuhan larva diperlukan kisaran suhu antara 26-300C dan untuk pemijahan 24-280 C.
7. Ikan lele dapat hidup dalam perairan agak tenang dan kedalamannya cukup, sekalipun kondisi airnya jelek, keruh, kotor dan miskin zat O2.
8. Perairan tidak boleh tercemar oleh bahan kimia, limbah industri, merkuri, atau mengandung kadar minyak atau bahan lainnya yang dapat mematikan ikan.
9. Perairan yang banyak mengandung zat-zat yang dibutuhkan ikan dan bahan makanan alami.Perairan tersebut bukan perairan yang rawan banjir.
10. Permukaan perairan tidak boleh tertutup rapat oleh sampah atau daundaunan hidup, seperti enceng gondok.
11. Mempunyai pH 6,5–9; kesadahan (derajat butiran kasar ) maksimal 100 ppm dan optimal 50 ppm; turbidity (kekeruhan) bukan lumpur antara 30–60 cm; kebutuhan O2 optimal pada range yang cukup lebar, dari 0,3 ppm untuk yang dewasa sampai jenuh untuk burayak; dan kandungan CO2 kurang dari 12,8 mg/liter, amonium terikat 147,29-157,56 mg/liter.
12. Persyaratan untuk pemeliharaan ikan lele di keramba :
a. Sungai atau saluran irigasi tidak curam, mudah dikunjungi/dikontrol.
b. Dekat dengan rumah pemeliharaannya.
c. Lebar sungai atau saluran irigasi antara 3-5 meter.
d. Sungai atau saluran irigasi tidak berbatu-batu, sehingga keramba mudah dipasang.
e. Kedalaman air 30-60 cm.
2.2 Pemeliharaan Pembesaran
1. Pemupukan
a. Sebelum digunakan kolam dipupuk dulu. Pemupukan bermaksud untuk menumbuhkan plankton hewani dan nabati yang menjadi makanan alami bagi benih lele.
b. Pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang (kotoran ayam) dengan dosis 500-700 gram/m2. Dapat pula ditambah urea 15 gram/m2, TSP 20 gram/m2, dan amonium nitrat 15 gram/m2. Selanjutnya dibiarkan selama 3 hari.
c. Kolam diisi kembali dengan air segar. Mula-mula 30-50 cm dan dibiarkan selama satu minggu sampai warna air kolam berubah menjadi coklat atau kehijauan yang menunjukkan mulai banyak jasad-jasad renik yang tumbuh sebagai makanan alami lele.
d. Secara bertahap ketinggian air ditambah, sebelum benih lele ditebar.
2. Pemberian Pakan
a. Makanan Alami Ikan Lele
· Makanan alamiah yang berupa Zooplankton, larva, cacing-cacing, dan serangga air.
· Makanan berupa fitoplankton adalah Gomphonema spp (gol. Diatome), Anabaena spp (gol. Cyanophyta), Navicula spp (gol. Diatome), ankistrodesmus spp (gol. Chlorophyta).
· Ikan lele juga menyukai makanan busuk yang berprotein.
· Ikan lele juga menyukai kotoran yang berasal dari kakus.
b. Makanan Tambahan
· Pemeliharaan di kecomberan dapat diberi makanan tambahan berupa sisa-sisa makanan keluarga, daun kubis, tulang ikan, tulang ayam yang dihancurkan, usus ayam, dan bangkai.
· Campuran dedak dan ikan rucah (9:1) atau campuran bekatul, jagung, dan bekicot (2:1:1).
c. Makanan Buatan (Pellet)
1. Komposisi bahan (% berat): tepung ikan=27,00; bungkil kacang kedele=20,00; tepung terigu=10,50; bungkil kacang tanah=18,00; tepung kacang hijau=9,00; tepung darah=5,00; dedak=9,00; vitamin=1,00; mineral=0,500;
2. Proses pembuatan:
Dengan cara menghaluskan bahan-bahan, dijadikan adonan seperti pasta, dicetak dan dikeringkan sampai kadar airnya kurang dari 10%. Penambahan lemak dapat diberikan dalam bentuk minyak yang dilumurkan pada pellet sebelum diberikan kepada lele. Lumuran minyak juga dapat memperlambat pellet tenggelam.
3. Cara pemberian pakan:
· Pellet mulai dikenalkan pada ikan lele saat umur 6 minggu dan diberikan pada ikan lele 10-15 menit sebelum pemberian makanan yang berbentuk tepung.
· Pada minggu 7 dan seterusnya sudah dapat langsung diberi makanan yang berbentuk pellet.
· Hindarkan pemberian pakan pada saat terik matahari, karena suhu tinggi dapat mengurangi nafsu makan lele.
3. Pemberian Vaksinasi
Cara-cara vaksinasi sebelum benih ditebarkan:
a. Untuk mencegah penyakit karena bakteri, sebelum ditebarkan, lele yang berumur 2 minggu dimasukkan dulu ke dalam larutan formalin dengan dosis 200 ppm selama 10-15 menit. Setelah divaksinasi lele tersebut akan kebal selama 6 bulan.
b. Pencegahan penyakit karena bakteri juga dapat dilakukan dengan menyutik dengan terramycin 1 cc untuk 1 kg induk.
c. Pencegahan penyakit karena jamur dapat dilakukan dengan merendam lele dalam larutan Malachite Green Oxalate 2,5–3 ppm selama 30 menit.
4. Pemeliharaan Kolam/Tambak
a. Kolam diberi perlakuan pengapuran dengan dosis 25-200 gram/m2 untuk memberantas hama dan bibit penyakit.
b. Air dalam kolam/bak dibersihkan 1 bulan sekali dengan cara mengganti semua air kotor tersebut dengan air bersih yang telah diendapkan 2 malam.
c. Kolam yang telah terjangkiti penyakit harus segera dikeringkan dan dilakukan pengapuran dengan dosis 200 gram/m2 selama satu minggu. Tepung kapur (CaO) ditebarkan merata di dasar kolam, kemudian dibiarkan kering lebih lanjut sampai tanah dasar kolam retak-retak.
2.3 Panen
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemanenan:
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemanenan:
1 Lele dipanen pada umur 6-8 bulan, kecuali bila dikehendaki, sewaktu-waktu dapat dipanen. Berat rata-rata pada umur tersebut sekitar 200 gram/ekor.
2. Pada lele Dumbo, pemanenan dapat dilakukan pada masa pemeliharaan 3-4 bulan dengan berat 200-300 gram per ekornya. Apabila waktu pemeliharaan ditambah 5-6 bulan akan mencapai berat 1-2 kg dengan panjang 60-70 cm.
3. Pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi hari supaya lele tidak terlalu kepanasan.
4. Kolam dikeringkan sebagian saja dan ikan ditangkap dengan menggunakan seser halus, tangan, lambit, tangguh atau jaring.
5. Bila penangkapan menggunakan pancing, biarkan lele lapar lebih dahulu.
6. Bila penangkapan menggunakan jaring, pemanenan dilakukan bersamaan dengan pemberian pakan, sehingga lele mudah ditangkap.
7. Setelah dipanen, piaralah dulu lele tersebut di dalam tong/bak/hapa selama 1-2 hari tanpa diberi makan agar bau tanah dan bau amisnya hilang.
8. Lakukanlah penimbangan secepat mungkin dan cukup satu kali.
2.4 Pembersihan
Setelah ikan lele dipanen, kolam harus dibersihkan dengan cara:
1. Kolam dibersihkan dengan cara menyiramkan/memasukkan larutan kapur sebanyak 20-200 gram/m2 pada dinding kolam sampai rata.
2. Penyiraman dilanjutkan dengan larutan formalin 40% atau larutan permanganat kalikus (PK) dengan cara yang sama.
3. Kolam dibilas dengan air bersih dan dipanaskan atau dikeringkan dengan sinar matahari langsung. Hal ini dilakukan untuk membunuh penyakit yang ada di kolam.
BAB III
RANCANGAN USAHA
3.1 Lokasi usaha
Lokasi usaha bertempat di RT 05 RW 15 Dusun Ngangkruk, Desa Sardonoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Kode pos 55581.
3.2 Sarana dan Prasarana
· Bak kayu lapis plastik 3 buah
· Jaring 1 buah
· Bak 5 buah
· Gayung 5 buah
· Selang
· Drum plastic 5 buah
· Bibit
· Pakan
3.3 Manajemen
1. SDM ( Tenaga Kerja )
Tenaga kerja terdiri dari saya selaku pemilik lokasi dan dua orang penduduk sekitar sesuai dengan fungsi dan tugasnya.
2. Manajemen
a. Permodalan
Modal terdiri dari modal sendiri dan sebagian dari pinjaman yang akan dikembalikan dengan cara kredit.
b. Pemasaran
Pemilihan pasar dilakukan terlebih dahulu survei pasar guna melihat potensi pasar dan keinginan konsumen serta pengambilan dan pengumpulan data terus menerus yang bersifat ringan hingga berat. Disamping itu untuk melihat perasingan usaha sejenis sehingga dapat menentukan kebijakan harga jual dengan perhitungan biaya.
c. Upah karyawan
Upah karyawan akan disesuaikan dengan tingkat kesulitan pekerjaannya.
Admin
02:27
New Google SEO
Bandung, Indonesia



